<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Its My Style,.</title>
	<atom:link href="http://kehabisankata.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kehabisankata.wordpress.com</link>
	<description>Be carefull when you read this,..</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Jun 2009 10:07:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kehabisankata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Its My Style,.</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kehabisankata.wordpress.com/osd.xml" title="Its My Style,." />
	<atom:link rel='hub' href='http://kehabisankata.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sisi Lain Sepak Bola</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/14/sisi-lain-sepak-bola/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/14/sisi-lain-sepak-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 10:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[football]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[soccer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[(Lanjutan dari Sepak Bola Ria 2) Sepakbola memang unik dan aneh. Kita dapat terjaga semalam suntuk hanya untuk menonton orang nendang-nendang bola. Ketika stasiun Tv nayangin big match Liga Italia misalnya, para maniak bola dan yang bukan maniak rame-rame nonton. Sayangnya paginya mereka lupa mampir ke masjid atau pergi ke gereja gara-gara ngantuk abis nonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=39&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Lanjutan dari Sepak Bola Ria 2)</p>
<p>Sepakbola memang unik dan aneh. Kita dapat terjaga semalam suntuk hanya untuk menonton orang nendang-nendang bola. Ketika stasiun Tv nayangin big match Liga Italia misalnya, para maniak bola dan yang bukan maniak rame-rame nonton. Sayangnya paginya mereka lupa mampir ke masjid atau pergi ke gereja gara-gara ngantuk abis nonton bola. Saya juga seh,.</p>
<p>Itulah sepakbola. Begitu magisnya dia sampai ada pihak-pihak tertentu yang menjadikannya agama, menyaingi googleisme dan scientologi. Di Argentina, Maradona malah punya gereja sendiri, Bill Gates aja nggak punya. Coba bila agama &#8216;sepakbola&#8217; tersebut masuk ke Indonesia, FPI mungkin kaga berani demo karena bakal dapat lawan dari Jak Mania atau Bonek Mania. 100 pasukan FPI berani mati lawan 10000 Jak+Bonek nekat, siapa menang ya??</p>
<p>Ngomong-ngomong soal sepakbola Indonesia, kayaknya kita emang tidak akan kehabisan kata-kata deh. Kita punya banyak prestasi. Misalnya menahan IMBANG juara Euro 1960, Uni Soviet 0-0 (dalam partai ulang dibantai 6-0 kalo ngga salah). Juara Sea Games 1989 dan 1991 (abis itu ga pernah juara lagi). Pernah menjadi macan Asia, Jepang aja berguru pada kita (sekarang bedanya jauuh), dan lain-lain.</p>
<p>Prestasi lainnya, Liga Indonesia menjadi satu-satunya di dunia di mana polisi masuk ke lapangan dan menangkap pemain gara-gara adu pukul. PSSI juga mencatatkan diri sebagai satu-satunya induk organisasi yang dipimpin dari balik penjara. Trus, apa seh yang kita tidak temukan di Liga Indonesia? Olahraga lain selain sepak bola (tinju, kempo, lempar lembing, menembak, dll) lumrah terjadi di dalam maupun luar lapangan. Ada juga pemain yang dipecat gara-gara pacaran sama artis bohay, katanya penampilannya jadi loyo (kebanyakan &#8216;digoyang&#8217; seh), dan lain-lain.</p>
<p>Itulah Indonesia. Bagimana dengan di Amerika Selatan? Lebih seru lagi! Di Argentina (dan negara-negara Amsel lainnya) ketika terjadi derby, susananya tidak beda jauh dengan saat Hamas tembak-tembakan sama pasukan Israel. Jalanan sepi, namun stadion dipenuhi manusia yang lapar akan kemenangan, baik di dalam maupun luar lapangan. Yang lain menunggu di rumah, cafe-cafe dan ditaman, mendengar siaran pertandingan dari radio. Mereka hanya berpikir tentang satu hal saja, WAR!. Persiapan mulai dari mencari alat-alat tempur (batu, soda kocok, pisau, pistol rakitan dan asli, dll) sampai persiapan mental waji dilakukan. Menang atau kalah, jangan sampai anda bertemu kelompok suporter lawan kalau tidak ingin kerusuhan Mei 1998 terulang di sana.</p>
<p>Sekali lagi, itulah anehnya sepakbola. Di negara yang secara politik sedang adem ayem tanpa konflik, sepakbola malah menjadi potensi untuk terjadi chaos. Namun yang terjadi di Irak lain lagi. Ketika sedang hot-hotnya perang sektarian antara Sunni dan Syiah, timnas Irak bertanding di final Piala Asia di Jakarta. Para milisi yang sedang perang di Irak pun menghentikan pertikaian mereka sejenak dan menonton pertandingan itu bareng-bareng. Nah lo! Setelah dipastikan menang, mereka pun berpesta dan bareng-bareng lagi, sambil menembak-nembakan AK47 ke udara (mereka nggak tahu kalau tembakan itu membuat 40 orang tewas, kasihan amat). Pasca euforia Piala Asia, mereka pun tembak-tembakan lagi, kali ini nggak diarahin ke udara.</p>
<p>Itulah sepakbola. Kalau kata Karl Marx, sepakbola adalah candu, dia membuat semua orang lupa diri. Lupa akan penderitaan hidup, lupa akan kemiskinannya, lupa dia sudah makan atau belum, lupa sama pacarnya atau istrinya (cerain aja!), lupa kalau pertandingan sudah kelar tapi malah dilanjutin sendiri pake batu, lupa kalau sedang ada krisis ekonomi dunia, Madrid malah membeli Kaka dan Ronaldo. Tapi tidak apa-apa. Tidak ada olahraga seperti sepakbola. Makanya, Lanjutkan! Lebih cepat lebih baik! Hehehe,.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=39&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/14/sisi-lain-sepak-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ideologi dan Segmentasi Politik di Indonesia</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/06/ideologi-dan-segmentasi-politik-di-indonesia/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/06/ideologi-dan-segmentasi-politik-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 04:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[democracy]]></category>
		<category><![CDATA[Ideology]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[policy making]]></category>
		<category><![CDATA[political party]]></category>
		<category><![CDATA[segmentation]]></category>
		<category><![CDATA[social system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia telah melewati berbagai macam transisi politik nasional. Pada awal Kemerdekaan, sistem kepartaian di Indonesia diwarnai oleh politik aliran yang kuat. Keadaan itu berubah pada masa Orde Baru di mana terjadi penyederhanaan ideologi partai dan adanya hegemoni yang kuat dari Golkar. Setelah rezim Orde Baru runtuh, angin reformasi membawa perubahan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=30&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah telah mencatat bahwa Indonesia telah melewati berbagai macam transisi politik nasional. Pada awal Kemerdekaan, sistem kepartaian di Indonesia diwarnai oleh politik aliran yang kuat. Keadaan itu berubah pada masa Orde Baru di mana terjadi penyederhanaan ideologi partai dan adanya hegemoni yang kuat dari Golkar. Setelah rezim Orde Baru runtuh, angin reformasi membawa perubahan yang signifikan pada sistem politik di Indonesia. Runtuhnya Orde Baru berarti membuka ruang seluas-luasnya terhadap ideologi-ideologi baru untuk bertarung dalam ranah politik.</p>
<p>Reformasi dianggap sebagai titik tolak bagi proses demokratisasi pada segala aspek kehidupan politik dan berkenegaraan di Indonesia. Banyak partai politik baru berdiri setelah Reformasi dan masing-masing membawa ideologi yang berbeda. Keadaan tersebut tidak terlepas dari disahkannya UU No 2 Tahun 1999 yang memberikan kebebasan bagi semua partai politik di Indonesia untuk menentukan ideologinya masing-masing. Pada Pemilu 1999, tercatat ada 48 partai politik peserta pemilu dari total 141 partai baru yang terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM.</p>
<p>Ratnawati dalam <em>Sistem Kepartaian di Indonesia </em>mengatakan bahwa Pemilu 1999 dianggap sebagai kelahiran kembali politik aliran tahun 1950an di Indonesia. Politik aliran adalah konsep yang jamak dipergunakan untuk menggambarkan ideologi partai-partai politik di Indonesia pada masa awal Kemerdekaan. Menurut Clifford Geertz, seperti yang disampaikan oleh Ratnawati, mengatakan bahwa partai politik pada waktu itu melakukan mobilisasi massa dengan membentuk sejumlah <em>auxiliary organization</em> dalam rangkan untuk memenangkan Pemilu 1955.</p>
<p>Geertz menyebutkan secara umum ada tiga orientasi aliran dalam masyarakat Jawa yaitu <em>Santri</em>, <em>Priyayi</em> dan <em>Abangan</em>. Walaupun hanya di Jawa, pengelompokan tersebut dapat menggambarkan aliran ideologi yang berkembang di masyarakat Indonesia. Partai-partai politik pada waktu itu juga mengikuti jalur religius-sekuler tersebut dalam menentukan ideologi yang mereka anut agar mendapat dukungan dari masyarakat yang sealiran. Herbert Feith dan Lance Castle kemudian mengelompokan partai politik peserta Pemilu 1955 ke dalam lima aliran yaitu Komunisme, Sosialisme Demokratik, Nasionalisme Radikal, Tradisional Jawa dan Islam.</p>
<p>Keragaman ideologi partai politik tersebut sempat menghilang pada masa rezim Orde Baru, yang pada tahun 1978 menyatukan partai politik yang berideologi sama ke dalam satu wadah partai. Partai-partai politik Islam seperti NU, PSII, Parmusi dan Perti dilebur menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sedangkan partai-partai nasionalis lainnya seperti PNI, Parkindo dan Partai Murba disatukan ke dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Kemudian pada tahun 1983, MPR mengeluarkan Ketetapan No II tahun 1983  yang pada pasal 3 bab IV berisi penetapan Pancasila sebagai azas tunggal bagi semua partai politik di Indonesia.</p>
<p>Penggunaan Pancasila sebagai azas tunggal berakhir ketika Reformasi berlangsung. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Pemilu 1999 sebagai pemilu pertama pasca Reformasi dianggap sebagai cerminan politik aliran pada Pemilu 1955. Partai-partai politik baru membawa ideologi-ideologi baru tapi lama. Bahkan ada partai yang secara sengaja mencoba menghidupkan kembali romantisme terhadap ideologi partai lama seperti yang dilakukan oleh Partai Masyumi atau PNI Marhaenisme. Pengelompokan ideologi partai-partai politik tersebut juga masih mengikuti jalur religius-sekuler seperti pada Pemilu 1955. Keadaan tersebut tidak terlalu berubah pada Pemilu 2008 kemarin.</p>
<p>Mengapa partai-partai politik di Indonesia cenderung untuk mengikuti jalur-jalur religius-sekuler sebagai dasar ideologi mereka? Masyarakat Indonesia pada umumnya masih sangat terpengaruh oleh sistem-sistem nilai sosial yang berlaku di lingkungan mereka. Pada konteks ini, ideologi partai dan orientasi aliran di masyarakat juga terpengaruh oleh sistem nilai tersebut. Geertz menyatakan bahwa nilai-nilai primordialisme adalah yang paling mempengaruhi kehidupan masyarakat di Indonesia, termasuk dalam konteks politik. Primordialisme tersebut meliputi nilai-nilai agama, ras, suku dan etnisitas.</p>
<p>Sebagai akibat dari primordialisme tersebut, stratifikasi dalam masyarakat di Indonesia tidak secara vertikal berdasar pada kelas, tetapi lebih berdasarkan pada kultur atau secara horizontal. Misalnya masyarakat Indonesia sudah terlanjur terdogma bahwa Presiden Indonesia harus orang Jawa dan Islam. Segmentasi tersebut pada akhirnya akan menular pada partai politik yang ditunjukkan dengan label ideologi mereka. Sebagai contoh sebuah partai politik akan merasa lebih bangga bila mereka dianggap sebagai representasi partai Islamis atau Nasionalis. Tidak ada partai politik yang secara spesifik mendefiniskan partai mereka misalnya sebagai Partai Buruh atau Partai Konservatif.</p>
<p>Hubungan partai politik di Indonesia dengan isu kelas sosial hanya sebatas isu dan kebijakan saja. Pada umumnya, semua partai politik di Indonesia mengangkat isu-isu sosial seperti ekonomi, pengangguran  dan kesenjangan sosial. Mereka tidak secara khusus menggunakan isu sosial tersebut sebagai paradigma utama dalam menjalankan kebijakan-kebijakan partai politik, hanya sebagai jargon kampanye saja. Karena itu sering terjadi kebijakan partai politik lebih berorientasi kepada kepentingan golongan daripada berorientasi kerakyatan.</p>
<p>Seharusnya apapun ideologi partai, baik itu berbasis agama, nasionalis atau sosialis, keadaan sosial masyarakat di Indonesia harus menjadi perhatian utama. Isu primordialis dalam dunia politik juga seharusnya tidak diangkat terlalu jauh karena dapat mengkotak-kotakan masyarakat Indonesia ke dalam faksi-faksi tertentu. Pada akhirnya keadaan tersebut dapat berpotensi menghadirkan disintegrasi bangsa karena banyaknya konflik kepentingan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=30&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/06/ideologi-dan-segmentasi-politik-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegagalan Fungsi Partai Politik di Indonesia</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/03/kegagalan-fungsi-partai-politik-di-indonesia/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/03/kegagalan-fungsi-partai-politik-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 04:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[democracy]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[policy making]]></category>
		<category><![CDATA[political party]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Dalam negara demokrasi seperti di Indonesia, keberadaan partai politik adalah suatu hal yang esensial. Ketika sistem demokrasi pertama kali dikenal oleh manusia, sistem partai belum menjadi sebuah kebutuhan karena sistem demokasi langsung lebih efektif mengingat jumlah warga suatu masyarakat belum terlalu banyak. Ketika kebudayaan manusia berkembang menjadi lebih modern, ilmu politik dan praktek-prakteknya pun ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=27&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam negara demokrasi seperti di Indonesia, keberadaan partai politik adalah suatu hal yang esensial. Ketika sistem demokrasi pertama kali dikenal oleh manusia, sistem partai belum menjadi sebuah kebutuhan karena sistem demokasi langsung lebih efektif mengingat jumlah warga suatu masyarakat belum terlalu banyak. Ketika kebudayaan manusia berkembang menjadi lebih modern, ilmu politik dan praktek-prakteknya pun ikut berkembang. Partai politik kemudian muncul sebagai manifestasi kebudayaan politik yang sudah maju atau menuju proses modernisasi.</p>
<p>Secara umum partai politik adalah suat kelompok yang terorganisir yang para anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Pada dasarnya tujuan dari partai politik ini adalah untuk meraih kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik secara konstitusional. Hal itu penting bagi partai politik agar dapat mengaplikasikan kebijakan-kebijakan mereka ke dalam kebijakan publik. Partai politik juga menjadi sarana bagi setiap warga negara untuk ikut serta secara aktif dalam kegiatan politik.</p>
<p>Profesor Miriam Budiardjo dalam <em>Dasar-Dasar Ilmu Politik</em> menyebutkan beberapa fungsi dari partai politik. Yang pertama adalah partai politik sebagai sarana komunikasi politik atau sebagai sarana artikulasi kepentingan rakyat. Dalam sebuah negara, setiap warga negara tentu mempunyai pendapat dan aspirasi yan berbeda-beda. Hal itu tentu akan menyulitkan ketika setiap orang ingin didengar aspirasinya. Partai politik berperan sebagai penampung dan penggabung pendapat dari setiap warga negara tersebut (<em>interest aggregation</em>). Kemudian aspirasi-aspirasi tersebut dirumuskan menjadi bentuk yang lebih teratur (<em>interest articulation</em>) dan diterapkan oleh partai ke dalam program partai. Program-program tersebut yang kemudian diperjuangkan oleh partai politik di level pemerintahan untuk diaplikasikan ke dalam kebijakan publik.</p>
<p>Kemudian partai politik berfungsi sebagai sarana sosialisasi politik masyarakat. Di dalam ilmu poitik, sosialisasi politik adalah proses di mana seseorang memperoleh sikap dan orientasi terhadap fenomena politik yang berlaku di mana dia berada. Dalam konteks ini, partai politik berusaha untuk menciptakan image bahwa mereka juga memperjuangkan kepentingan umum agar mereka mendapat dukungan yang luas dari konstituen mereka. Sosialisasi politik ini juga dapat berarti pendidikan politik, baik kepada kader-kader partai itu sendiri maupun kepada rakyat agar mereka sadar akan tanggung jawab mereka sebagai warga negara.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan fungsi kedua, partai politik juga berperan dalam proses rekruitmen politik. Rekruitmen politik berguna untuk memperluas partisipasi aktif rakyat dalam kegiatan politik serta sebagai sarana untuk mendidik kader partai. Fungsi partai politik yang terakhir adalah sebagai sarana pengatur konflik (<em>conflict management</em>). Partai politik bertanggung jawab untuk meredam dan mengatasi konflik yang biasa terjadi pada suasana demokrasi.</p>
<p>Namun sayangnya, masih menurut Prof Budiardjo, fungsi-fungsi partai politik tersebut sering kali tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sebagai contoh adalah fungsi komunikasi politik yang sering disalahgunakan sebagai propaganda politik untuk mencapai kepentingan partai tersebut. Atau bahkan partai politik lebih sering terlibat dalam konflik politik daripada meminimalisir konflik yang terjadi. Intinya fungsi partai yang tidak berjalan tersebut diindikasikan sebagai ketidakmampuan partai politik untuk menjalankan perannya sebagai pengawal aspirasi rakyat. Keadaan tersebut jamak terjadi pada partai-partai politik di Indonesia.</p>
<p>Kita melihat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab gagalnya partai politik di Indonesia menjalankan fungsinya. Pertama adalah sistem kepartaian di Indonesia. Indonesia sejak jaman Kemerdekaan mengadopsi sistem multi partai dengan segala variannya sebagai perwujudan kemajemukan Indonesia. Secara spesifik, pada negara berkembang partai politik yang ada akan membentuk sistem yang terpolarisasi sebagai akibat dari lebarnya jarak ideologi. Keadaan tersebut akan menghasilkan pemerintahan yang tidak stabil karena partai politik yang ada cenderung untuk terlibat dalam konflik horizontal. Hal itu juga akan menyebabkan partai politik kurang dapat menjalankan fungsi komunikasi dan sosialisasi politik di masyarakat.</p>
<p>Kemudian kita juga melihat budaya elitisme sebagai alasan kedua mengapa partai politik d Indonesia kurang dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Pada partai politik di Indonesia, partisipasi politik masih dikuasai oleh kelompok-kelompok (faksi) tertentu. Pada perkembangannya, budaya tersebut membuat partai hanya dikuasai oleh elit-elit tertentu dan bahkan bisa berkembang menjadi semacam dinasti politik dalam partai. Hal itu mungkin menjadi strategi partai politik untuk mempertahankan ideologi dan kepentingannya. Kalau sudah begitu, fungsi rekruitmen partai politik tidak akan berjalan sempurna dan bisa menjadi preseden bruk dalam pendidikan politik di masyarakat.</p>
<p>Faktor lain yang bisa menjadi penyebab kegagalan fungsi partai politik di Indonesia adalah pragmatisme partai politik itu sendiri. Pada dasarnya ideologi partai politik di Indonesia dipengaruhi oleh jalur-jalur agama, kelas dan kebangsaan. Secara khusus kajian tentang partai politik di Indonesia dipengaruhi oleh adanya politik aliran, yaitu beberapa aliran ideologis yang berkembang dan mempengaruhi kehidupan politik Indonesia (Ratnawati, 2006;hal 27). Namun pada dewasa ini, idealisme partai seakan dikalahkan oleh budaya pragmatisme yang menyebabkan partai politik di Indonesia lebih berpikir untuk mempertahankan kekuasaan politiknya saja daripada mempertahankan idealisme semata. Dikhawatirkan keadaan tersebut akan menyebabkan partai politik melupakan tugasnya sebagai perwakilan rakyat di pemerintahan.</p>
<p>Sebenarnya kegagalan fungsi partai politik tersebut bukanlah suatu hal yang jarang terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Indonesia masih mengalami masa transisi dari beberapa sistem politik untuk mencapai sistem yang stabil. Namun apabila partai politik gagal menjaga tugas dan fungsinya dengan baik, maka masa transisi tersebut hanya akan diwarnai oleh ketidakstabilan di bidang politik yang kemudian berimbas pada bidang sosial dan ekonomi. Secara sederhana rakyat akan melihat partai politik gagal dalam mengemban amanat rakyat dan hal itu akan menyebabkan rakyat menjadi apatis terhadap partai politik. Dampaknya adalah partisipasi rakyat dalam politik akan menurun tajam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=27&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/06/03/kegagalan-fungsi-partai-politik-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepakbola Ria 2</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/28/sepakbola-ria-2/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/28/sepakbola-ria-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 06:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[football]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[soccer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Aku sendiri punya teori mengapa sepak bola bisa menjadi olahraga paling menarik di dunia. Sepak bola adalah kehidupan dan setiap bentuk kehidupan tentu mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan hal lain. Sepak bola adalah suatu hal yang kompleks dengan ciri-ciri dan sifatnya yang khas. Seperti yang telah di sebutkan di atas bahwa sepak bola dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=22&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sendiri punya teori mengapa sepak bola bisa menjadi olahraga paling menarik di dunia. Sepak bola adalah kehidupan dan setiap bentuk kehidupan tentu mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan hal lain. Sepak bola adalah suatu hal yang kompleks dengan ciri-ciri dan sifatnya yang khas. Seperti yang telah di sebutkan di atas bahwa sepak bola dapat mencakup hampir semua aspek kehidupan manusia, hal yang mustahil dicapai oleh bentuk permainan atau olahraga lain. Sepak bola juga menganut paham &#8216;bola itu bundar&#8217;, artinya semua hitung-hitungan di atas kertas masih mungkin dapat dipatahkan oleh semangat juang dan faktor lainnya. Tidak ada dominasi yang dominan di sepak bola, apalagi dominasi tiranisme.</p>
<p>Mari kita bahas keunikan sepak bola di beberapa tempat, sekali lagi ini hanya menurut aku.</p>
<p>Di Italia, sepak bola adalah lebih dari sekedar olah raga. Sepak bola adalah mengenai bisnis, martabat dan kebanggaan. Lebih dari itu, sepak bola adalah alat politik paling ampuh di sana. Kepentingan-kepentingan politis para elit di Italia dapat dengan mudahnya menyeret sepak bola sebagai bagian dari kampanye politik. Perdana Menteri Italia sekarang, Silvio Berlusconi adalah pemilik klub AC Milan, salah satu klub yang mempunyai basis penggemar paling banyak di Italia. Bukan rahasia lagi kalau Berlusconi memanfaatkan ketenaran AC Milan untuk meraup keuntungan bagi partainya, Forza Italia.</p>
<p>Berlusconi bukanlah contoh pertama hubungan politik praktis dan sepak bola. Jika kita mundur jauh ke belakang, kita akan melihat fakta menarik pada diri Benito Mussolini. Mussolini menggunakan agenda Piala Dunia edisi kedua di Italia sebagai sarana propaganda politik fasismenya. Ada cerita menarik mengenai hal itu, ketika tim nasional Italia akan bertanding di Piala Dunia. Mussolini menargetkan mereka untuk menjadi juara di Piala Dunia dengan cara apapun. Kalau tidak berhasil, mereka akan dihukum mati. Entah cerita itu hanya mitos belaka atau tidak, yang jelas Italia berhasil menang di PD 1934 di Italia dan PD 1938 di Perancis.</p>
<p>Kita lanjut ke Inggris, di mana sepak bola adalah identitas bagi mereka. Di Inggris ada pepatah yang mengatakan bahwa kamu akan diragukan sebagai orang Inggris asli kalau tidak menyukai sepak bola. Setiap klub merefleksikan entitas budaya dan masyarakat sebuah kota atau komunitas yang menyebabkan persaingan tidak hanya di level klub tapi juga di level massa.  Kota Glasgow di Skotlandia adalah yang paling kental dengan aroma rivalitas antara dua identitas yang berbeda, yaitu kaum Protestan yang diwakili oleh Glasgow Rangers dengan penganut Katolik Roma yang diwakili oleh klub Glasgow Celtic. Persaingan antar dua klub paling sukses di Skotlandia tersebut tidak hanya terjadi di atas lapangan melainkan juga telah menjadi semacam tradisi di antara masyarakat kota Glasgow.</p>
<p>Spanyol adalah salah satu dari negara Eropa dengan kultur sepak bola yang begitu kuat. Mungkin rivalitas antar klub di Spanyol tidak sekompleks di Italia ataupun di Ingggris. Namun di Spanyol, sepak bola tidak sekedar menjadi alat rivalitas politik atau identitas belaka, melainkan sudah berkembang menjadi alat perjuangan untuk melepaskan diri dari kungkungan kaum penguasa. Contohnya rivalitas abadi antara Barcelona dengan Real Madrid. Barcelona adalah klub yang menjadi simbol perlawanan masyarakat Catalan yang merasa terjajah oleh kaum penguasa di kota Madrid. Begitu pula dengan klub-klub dari daerah lain di Spanyol seperti Athletic Bilbao yang merepresentasikan wilayah Basque misalnya. Prestasi sebuah klub di liga akan menjadi stimulus yang sangat kuat bagi perjuangan mereka. Singkatnya, sepak bola adalah senjata paling efektif dalam perjuangan rakyat di Spanyol.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=22&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/28/sepakbola-ria-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepakbola Ria 1</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/27/sepakbola-ria-1/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/27/sepakbola-ria-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 13:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[football]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[soccer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, salah seorang teman pernah menulis di wall Facebook. &#8220;Aku ngga ngerti sepakbola&#8221;, katanya. Well, aku bisa mengerti alasannya, karena itu aku pengen menulis tentang sepak bola dari sudut pandang aku sendiri. Kalau toh ada yang tidak setuju ya silahkan. Sepak bola di Inggris disebut football, di AS dikenal dengan soccer, dan di Jawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=19&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, salah seorang teman pernah menulis di wall Facebook. &#8220;Aku ngga ngerti sepakbola&#8221;, katanya. Well, aku bisa mengerti alasannya, karena itu aku pengen menulis tentang sepak bola dari sudut pandang aku sendiri. Kalau toh ada yang tidak setuju ya silahkan.</p>
<p>Sepak bola di Inggris disebut football, di AS dikenal dengan soccer, dan di Jawa dipanggil dengan bal-balan. Sepak bola adalah olahraga paling unik, paling merakyat dan paling gampang dimainkan. Sepak bola juga termasuk olahraga paling tua yang dikenal oleh manusia. Sejarah mencatat bahwa orang Yunani dan Romawi kuno pernah memainkan semacam olahraga dengan menggunakan bola bundar yang dimainkan oleh kaki. Lalu para serdadu China jaman dinasti Han juga memainkan olahraga bola kaki tersebut dalam permainan tim. Olahraga tersebut disebut <em>cuju </em>dan kita bisa melihatnya di film Red Cliffe II. Selain itu masih banyak kebudayaan di dunia yang mengenal permainan bola kaki yang menjadi cikal bakal sepak bola.</p>
<p>Tahun 1871 di Inggris dimulai kompetisi sepakbola profesional pertama. Hal tersebut menandai mulainya era sepak bola modern. Tahun 1930 digelar Piala Dunia pertama di Uruguay yang dimenangkan oleh tuan rumah. Sejak saat itu sepak bola mulai merambah dunia seiring dengan merebaknya Perang Dunia dan perang-perang lain. Di Eropa, tempat di mana sepak bola modern pertama kali berkembang, tumbuh menjadi pusat sepak bola dunia. Liga-liga profesional terbaik di dunia ada di Eropa seperti Lega Calcio, Premiership dan La Liga. Selain Eropa, kawasan Amerika Latin juga tumbuh sebagai salah satu poros kekuatan sepak bola dunia.</p>
<p>Kebanyakan penggemar sepak bola melihat permaian sepak bola yang bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya adalah alasan mengapa mereka suka. Kalau aku melihat sepak bola adalah lebih dari sekedar gol. Sepak bola adalah sebuah sistem yang mencakup aspek-aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan agama dengan variabel-variabel tertentu yang dapat mengubah definisi awal dari sepak bola itu sendiri. Namun di balik itu semua sepak bola tetap mempunyai inti yang murni yaitu keindahan. Karena sepak bola merupakan satu-satunya olahraga yang dimainkan di hampir seluruh permukaan dunia (kecuali bawah air tentunya). Sepak bola merupakan satu-satunya olahraga yang dapat membuat perdamaian sejati maupun permusuhan sejati. Bahkan sebagian orang menganggap bahwa sepak bola adalah sesuatu yang paling pantas untuk menggantikan agama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=19&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/27/sepakbola-ria-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/25/12/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/25/12/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 16:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ranking]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>
		<category><![CDATA[university]]></category>
		<category><![CDATA[world ranking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Daftar terbaru peringkat perguruan tinggi di Indonesia versi &#8220;Webometrics Ranking of World Universities&#8221;, sebuah badan milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Spanyol. Ranking tersebut sekaligus juga menunjukkan peringkat perguruan tinggi tersebut di dunia. UGM masih nomer satu. Gunadarma nomer empat, universitas mana tuh?? Banyak juga perguruan tinggi di Jogja yang masuk hitungan. Jadi berbanggalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=12&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daftar terbaru peringkat perguruan tinggi di Indonesia versi &#8220;Webometrics Ranking of World Universities&#8221;, sebuah badan milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas                           (CSIC), Spanyol. Ranking tersebut sekaligus juga menunjukkan peringkat perguruan tinggi tersebut di dunia. UGM masih nomer satu. Gunadarma nomer empat, universitas mana tuh?? Banyak juga perguruan tinggi di Jogja yang masuk hitungan. Jadi berbanggalah kalian para mahasiswa UGM, kita masih yang terbaik di Indonesia! (setidaknya menurut mereka, kenyataannya siapa tahu??)</p>
<table style="height:1195px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="969">
<tbody>
<tr align="center">
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td colspan="4">POSITION</td>
</tr>
<tr align="center">
<td height="1"></td>
<td colspan="2" height="1"></td>
<td colspan="4" height="1" bgcolor="#cecece"><img src="http://www.webometrics.info/images/pix.gif" border="0" alt="" hspace="0" width="1" height="1" /></td>
</tr>
<tr align="center">
<td>WORLD RANK</td>
<td>UNIVERSITY</td>
<td></td>
<td>SIZE</td>
<td>VISIBILITY</td>
<td>RICH FILES</td>
<td>SCHOLAR</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td colspan="2"></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">623</td>
<td><a href="http://www.ugm.ac.id/" target="_blank">Gadjah Mada University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">578</td>
<td align="center">562</td>
<td align="center">1,471</td>
<td align="center">737</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">676</td>
<td><a href="http://www.itb.ac.id/" target="_blank">Institute of Technology Bandung</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">465</td>
<td align="center">792</td>
<td align="center">1,625</td>
<td align="center">359</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">906</td>
<td><a href="http://www.ui.ac.id/" target="_blank">University of Indonesia  *</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">820</td>
<td align="center">920</td>
<td align="center">1,263</td>
<td align="center">1,607</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">1604</td>
<td><a href="http://www.gunadarma.ac.id/" target="_blank">Gunadarma University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,041</td>
<td align="center">2,201</td>
<td align="center">1,773</td>
<td align="center">1,999</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">1762</td>
<td><a href="http://www.its.ac.id/" target="_blank">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">976</td>
<td align="center">1,617</td>
<td align="center">3,336</td>
<td align="center">3,704</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">1960</td>
<td><a href="http://www.stttelkom.ac.id/" target="_blank">Sekolah Tinggi Teknologi Telkom</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,074</td>
<td align="center">1,790</td>
<td align="center">2,801</td>
<td align="center">3,736</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2013</td>
<td><a href="http://www.petra.ac.id/" target="_blank">Petra Christian University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,246</td>
<td align="center">3,130</td>
<td align="center">3,227</td>
<td align="center">346</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2063</td>
<td><a href="http://www.ipb.ac.id/" target="_blank">Bogor Agricultural University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,270</td>
<td align="center">2,397</td>
<td align="center">5,408</td>
<td align="center">937</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2152</td>
<td><a href="http://www.brawijaya.ac.id/" target="_blank">Brawijaya University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,162</td>
<td align="center">1,702</td>
<td align="center">4,455</td>
<td align="center">3,703</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2159</td>
<td><a href="http://www.uns.ac.id/" target="_blank">Sebelas Maret University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,540</td>
<td align="center">2,227</td>
<td align="center">3,188</td>
<td align="center">4,099</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2672</td>
<td><a href="http://www.unair.ac.id/" target="_blank">Airlangga University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,067</td>
<td align="center">3,959</td>
<td align="center">5,719</td>
<td align="center">207</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">2730</td>
<td><a href="http://www.unpad.ac.id/" target="_blank">Universitas Padjadjaran</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,939</td>
<td align="center">1,402</td>
<td align="center">5,276</td>
<td align="center">7,071</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3016</td>
<td><a href="http://www.eepis-its.edu/" target="_blank">Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,874</td>
<td align="center">3,687</td>
<td align="center">2,506</td>
<td align="center">3,082</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3026</td>
<td><a href="http://www.binus.ac.id/" target="_blank">Bina Nusantara University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,308</td>
<td align="center">1,914</td>
<td align="center">6,578</td>
<td align="center">5,769</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3138</td>
<td><a href="http://www.undip.ac.id/" target="_blank">Diponegoro University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,467</td>
<td align="center">3,658</td>
<td align="center">5,270</td>
<td align="center">4,486</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3198</td>
<td><a href="http://www.unhas.ac.id/" target="_blank">Hasanuddin University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,394</td>
<td align="center">4,090</td>
<td align="center">3,908</td>
<td align="center">3,571</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3254</td>
<td><a href="http://www.usu.ac.id/" target="_blank">Universitas Sumatera Utara</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,311</td>
<td align="center">2,798</td>
<td align="center">5,897</td>
<td align="center">5,078</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3310</td>
<td><a href="http://www.uny.ac.id/" target="_blank">Yogyakarta State University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,540</td>
<td align="center">2,960</td>
<td align="center">5,566</td>
<td align="center">4,977</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3338</td>
<td><a href="http://www.bl.ac.id/" target="_blank">Budi Luhur University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">6,475</td>
<td align="center">2,656</td>
<td align="center">4,674</td>
<td align="center">3,157</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3347</td>
<td><a href="http://www.upi.edu/" target="_blank">Indonesia University of Education  *</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,677</td>
<td align="center">3,569</td>
<td align="center">5,984</td>
<td align="center">5,265</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3467</td>
<td><a href="http://www.usd.ac.id/" target="_blank">Sanata Dharma University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">4,971</td>
<td align="center">3,355</td>
<td align="center">4,162</td>
<td align="center">4,251</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3491</td>
<td><a href="http://www.unila.ac.id/" target="_blank">Lampung University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,164</td>
<td align="center">3,864</td>
<td align="center">5,775</td>
<td align="center">4,863</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3669</td>
<td><a href="http://www.ukdw.ac.id/" target="_blank">Duta Wacana Christian University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,040</td>
<td align="center">3,849</td>
<td align="center">3,695</td>
<td align="center">6,914</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3821</td>
<td><a href="http://www.uii.ac.id/" target="_blank">Universitas Islam Indonesia</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,673</td>
<td align="center">2,564</td>
<td align="center">8,338</td>
<td align="center">8,014</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3950</td>
<td><a href="http://www.unud.ac.id/" target="_blank">Universitas Udayana</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,588</td>
<td align="center">4,461</td>
<td align="center">7,170</td>
<td align="center">3,826</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">3983</td>
<td><a href="http://www.maranatha.edu/" target="_blank">Maranatha Christian University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">5,491</td>
<td align="center">1,689</td>
<td align="center">8,538</td>
<td align="center">8,014</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">4160</td>
<td><a href="http://www.unri.ac.id/" target="_blank">University of Riau</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">6,323</td>
<td align="center">3,896</td>
<td align="center">6,634</td>
<td align="center">2,509</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">4394</td>
<td><a href="http://www.unpar.ac.id/" target="_blank">Parahyangan Catholic University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,308</td>
<td align="center">5,860</td>
<td align="center">5,108</td>
<td align="center">4,385</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">4430</td>
<td><a href="http://www.mercubuana.ac.id/" target="_blank">Universitas Mercubuana</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">4,894</td>
<td align="center">2,339</td>
<td align="center">8,788</td>
<td align="center">9,238</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">4572</td>
<td><a href="http://www.unsoed.ac.id/" target="_blank">Universitas Jenderal Soedirman</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">4,124</td>
<td align="center">3,939</td>
<td align="center">5,280</td>
<td align="center">9,238</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">4623</td>
<td><a href="http://www.atmajaya.ac.id/" target="_blank">Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">2,931</td>
<td align="center">3,977</td>
<td align="center">7,012</td>
<td align="center">9,238</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">4780</td>
<td><a href="http://www.unej.ac.id/" target="_blank">Jember University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,928</td>
<td align="center">7,221</td>
<td align="center">3,513</td>
<td align="center">1,621</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">4800</td>
<td><a href="http://www.unnes.ac.id/" target="_blank">Semarang State University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">1,945</td>
<td align="center">4,174</td>
<td align="center">8,789</td>
<td align="center">9,238</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">5347</td>
<td><a href="http://www.umm.ac.id/" target="_blank">Muhammadiyah University of Malang</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">4,527</td>
<td align="center">6,703</td>
<td align="center">7,126</td>
<td align="center">2,464</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">5423</td>
<td><a href="http://www.ums.ac.id/" target="_blank">Muhammadiyah University of Surakarta</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,807</td>
<td align="center">8,145</td>
<td align="center">4,546</td>
<td align="center">1,642</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">5538</td>
<td><a href="http://www.amikom.ac.id/" target="_blank">Informatics and Computer College Stmik Amikom</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">4,354</td>
<td align="center">4,917</td>
<td align="center">8,976</td>
<td align="center">8,014</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">5857</td>
<td><a href="http://www.unsri.ac.id/" target="_blank">Sriwijaya University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">4,408</td>
<td align="center">7,047</td>
<td align="center">5,273</td>
<td align="center">6,423</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">5960</td>
<td><a href="http://www.umy.ac.id/" target="_blank">Muhammadiyah University of Yogyakarta</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">3,575</td>
<td align="center">6,362</td>
<td align="center">7,637</td>
<td align="center">8,014</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">5963</td>
<td><a href="http://www.uajy.ac.id/" target="_blank">Atma Jaya Yogyakarta University</a></td>
<td align="center"></td>
<td align="center">6,011</td>
<td align="center">5,346</td>
<td align="center">6,583</td>
<td align="center">9,23</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">
<hr size="1" noshade="noshade" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=12&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/25/12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.webometrics.info/images/pix.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Politik Minim Militer bagian 2</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/21/politik-minim-militer-bagian-2/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/21/politik-minim-militer-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 09:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya mengapa pemerintahan kita sekarang tidak terlalu mempedulikan keadaan militer negara kita? Menurut saya, pemerintahan kita sebenarnya telah sejak lama dibelenggu oleh faktor-faktor tertentu agar tidak dapat mengembangkan kekuatan militernya. Pertama, Indonesia sempat terjebak ke dalam efek Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS. Ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno, Indonesia menjadi negara dengan kekuatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=6&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya mengapa pemerintahan kita sekarang tidak terlalu mempedulikan keadaan militer negara kita? Menurut saya, pemerintahan kita sebenarnya telah sejak lama dibelenggu oleh faktor-faktor tertentu agar tidak dapat mengembangkan kekuatan militernya. Pertama, Indonesia sempat terjebak ke dalam efek Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS. Ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno, Indonesia menjadi negara dengan kekuatan militer yang mumpuni dengan bantuan Uni Soviet. Namun ketika Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto, kebijakan tersebut berubah dengan orientasi kepada AS dalam bidang militer. Sebenarnya hal tersebut tidak menjadi masalah kalau Soeharto tidak menggunakan militer sebagai alat opresi terhadap lawan politiknya. Perisitiwa Santa Cruz menurut saya hanya alasan AS untuk mengembargo militer Indonesia sebab citra AS dapat ikut tercoreng karena membantu secara tidak langsung dalam peristiwa tersebut, yaitu dalam pengadaan senjata yang dipakai oleh para pelaku.</p>
<p>Kedua, militer Indonesia terlanjur mendapat cap negatif, terlalu negatif bahkan, dari sebagian besar penduduk Indonesia, baik yang kritis maupun yang tidak. Militer dianggap bertanggung jawab terhadap berbagai tindakan pelanggaran HAM, mulai dari peristiwa Santa Cruz, peristiwa Tanjung Priok, Semanggi dan lain-lain. Rakyat, atau pihak yang mengatasnamakan rakyat, sudah terlanjur apriori terhadap yang namanya militer. Pengambil kebijakan di Indonesia tentu tidak mengabaikan fakta tersebut dalam mengambil kebijakan mengenai militer. Alih-alih menambah jumlah anggaran untuk meningkatkan kinerja militer, mereka malah mengurangi anggaran militer yang alasannya buat kepentingan rakyat. Mungkin mereka takut mendapat kritik dari para kritikus HAM dan sebagainya jika menaikkan anggaran militer karena dianggap mendukung militerisasi negara. Padahal kalau tidak ada militer, siapa yang akan bertugas mengamankan kedaulatan negara? Jangan kaget kalau Malaysia mulai berani bermain-main dengan kedaulatan kita.</p>
<p>Memang militerisasi seperti di Korea Utara itu tidak baik. Namun jika kita melihat pentingnya militer untuk menjaga keutuhan kedaulatan negara, maka penambahan anggaran militer untuk pengadaan dan perawatan alutsista seperti kapal laut dan pesawat tempur mutlak dibutuhkan. Jangan langsung menyebutnya sebagai tindakan militerisasi. Indonesia bukan Swiss yang kedaulatannya selalu terjamin sehingga tidak mempunyai militer. Indonesia adalah negara besar dengan lautan yang luas sehingga membutuhkan pengawasan tingkat tinggi. Mengutip editorial di MetroTV, kemampuan TNI AL dan AU untuk menjaga wilayah laut dan udara Indonesia hanya sekitar 35 % dari luas total. Jadi tidak heran ketika pesawat-pesawat AS datang dan pergi dengan enaknya di wilayah udara Indonesia karena memang  kekuatan udara Indonesia tidak cukup untuk mencover seluruh Indonesia. Menhan Yuwono Sudarsono pernah berkata bahwa kerugian akibat kegiatan ilegal di laut Indonesia mencapai 17 triliun setiap tahunnya karena TNI AL tidak mampu untuk menjaga semua bagian laut Indonesia.</p>
<p>Sungguh ironis memang jika kita bicara tentang militer di Indonesia. Di satu sisi mereka dicela karena tindakan yang mungkin bukan kehendak mereka dan di sisi lain mereka harus tetap menjaga kedaulatan negara dan isinya termasuk warga negara Indonesia. Ketika para purnawirawan jendral menjadi kaya raya setelah pensiun dari TNI, para serdadu lapangan tetap hidup sama susahnya dengan para PNS rendahan di Indonesia. Prabowo Subianto yang mantan jendral AD, yang dikenal mengagungkan ekonomi kerakyatan, hartanya mencapi 1,57 triliun rupiah, termasuk seokor kuda seharga 3 m. Sedangkan kalau kita melihat keadaan  para keluarga korban pesawat Hercules, atau para anggota TNI lainnya yang terjun di lapangan, sangat jauh jika dibandingkan dengan keadaan para jendral yang hanya jalan-jalan saja kerjaannya.</p>
<p>Mungkin para petinggi negeri ini beranggapan bahwa menyediakan dana dukacita kepada keluarga korban adalah jauh lebih murah daripada harus membeli sebuah pesawat baru. Siapa tahu??</p>
<p>Panji R Nugroho</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=6&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/21/politik-minim-militer-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Politik Minim Militer bagian 1</title>
		<link>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/21/politik-minim-militer-bagian-1/</link>
		<comments>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/21/politik-minim-militer-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 08:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehabisankata.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melihat tayangan editorial di MetroTV tadi sore mengenai kecelakaan pesawat Hercules di Magetan kemarin, saya tertarik untuk ikut mengkritisi kebijakan politik militer di Indonesia. Seperti kita ketahui, hari Rabu kemarin terjadi kecelakaan pesawat untuk yang kesekian kalinya di Indonesia. Kali ini korbannya adalah pesawat angkut jenis Hercules C 130 Alpha 1325 milik TNI AU [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=3&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melihat tayangan editorial di MetroTV tadi sore mengenai kecelakaan pesawat Hercules di Magetan kemarin, saya tertarik untuk ikut mengkritisi kebijakan politik militer di Indonesia. Seperti kita ketahui, hari Rabu kemarin terjadi kecelakaan pesawat untuk yang kesekian kalinya di Indonesia. Kali ini korbannya adalah pesawat angkut jenis Hercules C 130 Alpha 1325 milik TNI AU yang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sampai tadi malam, konfirmasi korban tewas mencapai 98 orang, termasuk dua warga sipil yang rumahnya tertimpa pesawat.</p>
<p>Kecelakaan yang melibatkan alutsista TNI bukan hanya terjadi sekali dua kali ini saja, melainkan sudah berulang kali terjadi. Walaupun begitu, tidak ada tindakan pencegahan yang memadai. Tidak bisa dipungkiri bahwa penyebab kecelakaan-kecelakaan tersebut adalah karena faktor usia alutsista yang sudah renta. Peremajaan dan penambahan alutsista-alutsista TNI perlu dilakukan, di satu sisi untuk mencegah terjadinya kecelakaan lagi dan untuk menambah daya TNI dalam mengamankan wilayah Indonesia.</p>
<p>Namun sepertinya niat tersebut hanya akan menjadi angan-angan saja. Bukannya menambah jumlah anggaran pertahanan keamanan negara, Presiden dan DPR kita sepakat untuk mengurangi anggaran belanja TNI di tahun 2009 ini. Anggaran militer tahun 2008 adalah sekitar US$ 4,74 miliar atau 0.8% dari GDP kita. Bandingkan dengan anggaran militer Singapura yang wilayahnya mini, yaitu sekitar US$ 12 miliar.</p>
<p>Melihat keadaan militer Indonesia yang seperti sekarang membuat kita miris. Ketika Indonesia masih dipimpin oleh Presiden Soekarano, Indonesia menjadi negara dengan kekuatan militer terbesar dan terbaik di Asia Tenggara, bahkan Asia. Dengan politik luar negeri yang condong ke Uni Soviet, Indonesia mendapat bantuan persenjataan dari Soviet, termasuk alutsista yang membuat militer Indonesia sangat disegani di Asia. Sayangnya kemudian militer dijadikan sebagai alat politik terutama oleh Presiden Soeharto yang bekas perwira TNI. Pemerintahan Soeharto dan TNI melakukan blunder fatal pada waktu peristiwa Santa Cruz di Timor Leste yang membuat Indonesia mendapat embargo militer dari Amerika Serikat. Padahal waktu itu sebagian besar alutsista TNI berasal dari AS seperti pesawat F 16. Sehingga ketika pesawat tersebut rusak, tidak spare part yang memadai untuk menggantinya. Akibatnya jumlah pesawat F 16 yang bisa terbang hanya 4 buah, itupun yang berfungsi maksimal hanya 2 buah.</p>
<p>Minimnya anggaran militer tersebut juga tidak disikapi secara bijaksana oleh para petinggi TNI. Sejak era Presiden Soeharto hingga sekarang, TNI AD adalah kekuatan utama di TNI dan mendapat jatah anggaran yang paling besar. Kebijakan yang kurang bijak karena kita tahu Indonesia adalah negara kepulauan dengan lautan yang lebih luas dari daratan. Seharusnya TNI AL dan terutama TNI AU lah yang mendapat prioritas dalam rencana anggaran TNI.</p>
<p>Ada cerita miris sekaligus lucu mengenai alutsista TNI yang menyedihkan. Suatu ketika lima pesawat AL AS jenis F/A 18 Hornet terbang melintasi kawasan udara Indonesia. Hal itu langsung direspons oleh TNI AU dengan mengirimkan 2 pesawat F 16 untuk mencegat pesawat AS tersebut. Dua pesawat Indonesia yang belum tentu membawa senjata melawan lima pesawat AS yang bersenjata lengkap, tentu sangat tidak imbang. Setelah saling mengunci dan mengancam, akhirnya pesawat-peswat AS tersebut pergi juga. Kita tidak tahu apa yang ada dalam benak pilot-pilot AS itu tentang pilot-pilot Indonesia tersebut. Entah mereka kagum akan keberanian mereka mencegat pesawat Hornet hanya berdua atau malah mereka tertawa geli melihat kebodohan mereka. Berani atau bodoh, kalaupun mereka akhirnya tewasa dalam baku tembak di udara, itu bukanlah salah mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kehabisankata.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kehabisankata.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kehabisankata.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kehabisankata.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kehabisankata.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kehabisankata.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kehabisankata.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kehabisankata.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kehabisankata.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kehabisankata.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kehabisankata.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kehabisankata.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kehabisankata.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kehabisankata.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kehabisankata.wordpress.com&amp;blog=7600025&amp;post=3&amp;subd=kehabisankata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehabisankata.wordpress.com/2009/05/21/politik-minim-militer-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/42aa42865f4698a132fc6f16fcae9da9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizier22</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
